Menyusui, Dilema Ibu Bekerja

Menyusui, Dilema Ibu Bekerja

Menyusui merupakan pengalaman indah yang tak terlupakan bagi seorang ibu. Bayangkan, seorang anak bisa hidup hanya dengan menyusu dari payudara ibunya selama enam bulan. Meski tidak eksklusif lagi setelahnya, namun buah hati tetap mendapatkan sumber nutrisi utama dari air susu ibu sampai ia berusia dua tahun. Masalahnya, jangankan dua tahun, baru tiga bulan saja banyak ibu yang menyerah. Apalagi sebabnya kalau bukan karena harus kembali bekerja.

Boleh-boleh saja bunda menganggap bahwa setelah bekerja bayi bisa tetap disusui pada malam hari. Namun, semakin jarang menyusui, produksi ASI akan menurun drastis bahkan berhenti sama sekali. Selain itu, perlu biaya lebih untuk membeli susu formula. Sayang, kan? Padahal bunda tentunya ingin selalu memberikan yang terbaik untuk anak. Tapi jangan kuatir, bunda tetap dapat bekerja sekaligus memenuhi kebutuhan ASI si kecil dengan memerah payudara. ASI hasil perahan (ASIP) dapat diberikan oleh pengasuh atau keluarga di rumah selama ibu berada di tempat kerja.

Memerah ASI dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau dengan pompa. Memerah ASI di tempat kerja akan merangsang produksi ASI, sehingga produksi ASI tidak menurun. Si kecil dapat tetap menikmati manfaat ASI meski anda tidak berada di sisinya. Karena kandungan zat imunnya, anda juga tidak perlu sering bolos akibat anak sakit. Memerah ASI juga merupakan cara yang sangat baik bagi anda untuk tetap merasa dekat dengan si kecil meski sedang berada di tempat kerja. Dan begitu tiba di rumah, anda bisa segera memeluk bayi cantik anda dan melepas rindu dengan menyusuinya.

2018-06-04T12:32:56+00:00

Leave A Comment

 
WhatsApp chat