Berbahaya Bukan Karena Berdarahnya

Berbahaya Bukan Karena Berdarahnya

Di musim hujan orang memang lebih mudah sakit, demam yang timbul akibat DBD seringkali dianggap demam akibat flu atau demam biasa. Apalagi, anak-anak seringkali senang bermain hujan-hujanan dan sedang flu. Kemungkinan DBD bisa terlewatkan dan demam dianggap remeh oleh orang tua. Demam akibat DBD biasanya tinggi terus-menerus atau naik turun dan bertahan selama dua hingga lima hari. Selain demam, anak mungkin mengeluh kepalanya sakit atau badannya terasa pegal dan ngilu. Tidak jarang, demam dan sakit kepala tidak mempan dengan pemberian obat penurun panas. Anak juga dapat mengeluh nyeri di belakang bola matanya.

Bila ini dibiarkan, lambat laun dapat timbul gejala-gejala perdarahan. Mulai dari gusi berdarah, mimisan, perdarahan di bawah kulit berupa bintik-bintik merah kecil yang tidak hilang jika ditekan, hingga memar yang besar. Perdarahan juga dapat terjadi di saluran cerna, terutama lambung. Akibatnya timbul gejala perih di ulu hati seperti sakit maag dan buang air besar dapat kental seperti ter berwarna merah gelap karena bercampur darah dari lambung.

Berbahaya bukan hanya karena berdarahnya

Seringkali orang salah kaprah denagn istilah demam berdarah. Mereka mengira bahwa demam berdarah berbahaya karena berdarah-darah. Hal ini juga yang sering menyebabkan penderitanya enggan dirawat di rumah sakit, karena ia merasa tidak apa-apa. Padahal, DBD mengandung bahaya tersembunyi yang lebih besar. Penderita DBD rentan mengalami syok akibat adanya kebocoran plasma. Syok akan terjadi tiba-tiba dan biasanya terjadi pada hari ke-5 sejak pertama kali anak demam. Ini disebut degan masa kritis DBD. Gejalanya adalah hilangnya kesadaran, hingga kejang-kejang, kegagalan multi organ, hingga kematian. Anak yang mengalami gagal ginjal terpaksa harus cuci darah dan bila terlanjur terjadi kerusakan pada otak perkembangannya akan terganggu. Hal ini disebut dengan dengue shock syndrome.

Anda takut si kecil menderita demam berdarah? Bila ada dua dari gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda segera membawanya ke dokter. Demikian juga bila demam berlangsung lebih dari dua hari. Untuk memastikan si kecil terkena demam berdarah atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Selain untuk memastikan penyakit, hasil laboratorium juga dapat menunjukkan seberapa berat pengentalan darah yang sedang berlangsung.

Bila demam baru satu atau dua hari tetapi terdapat gejala seperti muntah-muntah, mimisan, atau perdarahan lainnya, bahkan sampai hilang kesadaran, jangan tunda lagi. Segera bawa ia ke rumah sakit.

2018-11-30T19:30:30+00:00

Leave A Comment

WhatsApp chat