Cedera Tulang hingga Asfiksia Perinatal

Cedera Tulang hingga Asfiksia Perinatal

Jarang-jarang terjadi, persalinan yang sulit dapat menyebabkan terjadinya patah tulang. Bagian yang paling sering terkena imbasnya adalah tulang selangka, diikuti dengan tulang lengan atas atau tungkai atas. Patahnya tulang selangka ditandai dengan paralisis atau kelumpuhan lengan. Saat dipegang teraba adanya retakan, tulang yang tidak rata, dan otot terasa tegang.

Pada patah tulang lengan dan paha, suara gemeretak mungkin terdengar saat proses persalinan. Setelah lahir, pergerakan lengan atau tungkai tampak abnormal, disertai dengan pembengkakan beberapa saat sesudahnya.

Cedera tulang pada bayi hampir selalu sembuh dalam waktu 7-10 hari tanpa bekas dan tanpa operasi. Meski demikian, perlu dilakukan pemeriksaan teliti dan pemeriksaan rontgen untuk memastikan tulang berada dalam posisi baik. Agar tidak bergeser, dokter dapat memasang gips atau penyangga lengan. Pada fraktur di daerah lengan, dokter juga perlu memeriksa kondisi nervus radialis untuk memastikan saraf dalam kondisi baik.

Asfiksia perinatal

Asfiksia perinatal terjadi akibat kurangnya aliran darah dan oksigen ke jaringan tubuh bayi. Cedera ini bukan terjadi akibat manuver yang dilakukan oleh dokter, melainkan karena adanya gangguan pada janin, misalnya gangguan perkembangan janin, infeksi janin, penggunaan obat oleh ibu sebelum melahirkan, tekanan dari luar atau adanya bekuan darah di dalam tali pusat, atau kehilangan darah dalam jumlah besar.

Asfiksia dapat berbahaya karena dapat menyebabkan kegagalan berbagai organ di dalam tubuh bayi. Bayi tampak pucat, lemah, detak jantungnya sangat lambat, dan dapat disertai gangguan pernapasan. Pada kasus berat, bayi dapat mengalami kejang, koma, hingga kematian. Dengan penanganan cepat dan tepat, umumnya bayi yang mengalami asfiksia dapat tumbuh normal. Bila disebabkan oleh kekurangan darah, dapat diberikan cairan infus dan transfusi. Bila disebabkan oleh infeksi, dapat diberikan antibiotik yang sesuai. Bayi juga dijaga agar selalu dalam kondisi hangat.

Sayangnya, asfiksia berat dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen. Derajat kerusakan dapat bervariasi, mulai dari gangguan belajar yang ringan, gangguan perkembangan, hingga cerebral palsy.

Cegah dengan pemeriksaan kehamilan dan operasi caesaria

Risiko tinggi terjadinya cedera lahir biasanya terdapat pada bayi prematur dan pada persalinan yang sulit, yaitu jika jalan lahir terlalu sempit atau ukuran bayi terlalu besar. Risiko cedera juga lebih besar pada bayi yang posisinya abnormal sebelum lahir, misalnya melintang atau sungsang. Meski demikian, cedera lahir kini sudah jauh berkurang dibanding dahulu. Ini karena makin banyak ibu yang mengerti pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur. Adanya alat ultrasonografi juga sangat bermanfaat untuk mengetahui posisi janin yang abnormal. Dengan demikian, dokter dapat mengantisipasi terjadinya persalinan yang sulit, misalnya dengan menganjurkan pembedahan caesar untuk mencegah cedera pada bayi.

2018-10-24T14:38:44+00:00

Leave A Comment

 
WhatsApp chat