Demam Berdarah Harus Banyak Minum

Demam Berdarah Harus Banyak Minum

Kebanyakan orang enggan membawa anaknya ke dokter bila panas baru berlangsung satu atau dua hari. Selain berharap panasnya akan segera turun, orang tua juga melihat kondisi anaknya masih baik-baik saja sehingga menunda ke dokter. Hal ini sah-sah saja, selama orang tua tetap waspada terhadap penurunan kondisi anak. pasalnya, DBD adalah penyakit yang sebenarnya dapat sembuh sendiri meski tidak diobati. Obat yang diberikan hanya mengurangi gejala seperti demam, sakit kepala, dan mual atau muntah. Selama menunggu masa kritis lewat, orang tua wajib menjaga agar jangan sampai terjadi syok pada anak. Caranya adalah dengan memberikan banyak cairan, baik berupa air putih, oralit, ataupun jus buah. Pemberian cairan ini diharapkan dapat mencegah terlalu kental.

Jika terdapat kondisi yang gawat dan darurat, pengobatan dan perawatan mutlak diperlukan. Misalnya bila terjadi perdarahan hebat, kejang, atau penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran ini dapat terlihat jika anak mengantuk terus, bicara kacau atau tidak merespon bila diajak bicara, hingga tidur dan tidak bangun-bangun.

Umumnya, dokter akan mencari tahu apakah anak perlu dirawat atau tidak. keputusan rawat atau tidak bergantung pada hasil laboratorium, kemampuan anak untuk makan dan minum, kondisi umum anak, serta ada tidaknya komplikasi. Dokter juga dapat melakukan tes torniket untuk memastikan apakah terdapat kebocoran plasma.

Dapat kena lagi

Bila si kecil sudah pernah terkana DBD, bukan berarti Anda boleh bernapas lega. Karena virus dengue memiliki empat tipe, maka kekebalan yang timbul juga hanya terdapat tipe yang menyerang saja. Bahkan, bila di kemudian hari anak terserang virus dengue dari tipe lain, reaksinya bisa lebih berat dan parah. Ini karena reaksi antibodi yang terbentuk dari infeksi sebelumnya dapat mengenali virus, tetapi tidak bisa melawannya.

Mengingat hal ini, ayah dan bunda tentu perlu lebih giat lagi agar si kecil jangan sampai terserang DBD lagi. Beberapa pencegahan yang mudah dilakukan di antaranya menguras, menutup, dan mengubur. Kuras bak mandi dan tempat-tempat penampung air seminggu sekali atau bila terdapat jentik nyamuk. Jentik nyamuk dapat mudah dilihat dengan cara menyorot tepi dan sudut-sudut bak mandi menggunakan senter. Jentik nyamuk Aedes aegypti biasanya mudah ditemukan di permukaan dan pinggir bak. Bak tetap harus dikuras meski Anda sudah menaburkan bubuk Abate.

Agar lebih maksimal, tempat-tempat penampungan air harus ditutup agar nyamuk tidak mampir dan bertelur di tempat tersebut. Jangan lupa juga bersihkan tempat-tempat yang mungkin menampung air atau tergenang saat hujan. Misalnya penampung air di bawah dispenser air minum, wadah tempat cuci piring, pengki di luar rumah, pot tanaman, kaleng bekas cat, atau barang-barang bekas. Barang-barang yang tidak lagi dipakai sebaiknya dibuang atau dikubur agar tidak menampung air.

Pencegahan ekstra dapat Anda berikan untuk si kecil. Misalnya dengan menggunakan kelambu, terutama pada saat tidur siang, serta losion anti nyamuk. Losion antinyamuk cukup efektif dalam menolak nyamuk. Losion dioleskan tipis-tipis, terutama pada pagi dan sore hari, yaitu pada saat nyamuk Aedes aegypti sedang aktif menggigit. Losion dapat dioleskan kembali beberapa jam kemudian agar anak tetap terlindungi. Mengenakan pakaian yang tertutup juga dapat menjauhkan anak dari gigitan nyamuk.

2018-11-30T19:34:31+00:00

Leave A Comment

WhatsApp chat