Gejala dan Terapi Atrial Septal Defect

Gejala dan Terapi Atrial Septal Defect

ASD selanjutnya membuat darah yang kaya oksigen masuk dari atrium kiri ke dalam atrium kanan dan bercampur dengan darah yang kekurangan oksigen. Darah selanjutnya di pompa ke paru-paru meskipun sebagian darah sudah kaya akan oksigen. Jika ASD yang terjadi berukuran besar, maka volume darah tambahan ini bisa membebani paru-paru dan menambah kerja jantung. Selanjutnya jantung bagian kanan membesar dan melemah. Beberapa gejala ASD yang dapat terjadi, diantaranya;

  • Sering terjadi infeksi saluran nafas.
  • Sesak nafas terutama saat beraktifitas.
  • Pembekakan pada tungkai, kaki dan perut.
  • Jantung berdebar.

Diagnosa

Diagnosis ditegakan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjuang. Umumnya dokter yang melakukan pemeriksaaan akan menemukan beberapa tanda, diantaranya; saat melakukan pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan menunjukan bunyi jantung yang abnormal (murmur). Murmur mugkin hanya bisa terdengar pada posisi tubuh tertentu. Terdapat tanda-tanda gagal jantung. Jika shuntnya besar, murmur juga bisa terdengar akibat peningkatan darah yang mengalir melalui katup trikuspidalis.

Berikut ini pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan oleh dokter anda, diantaranya; rongten dada, ekokardiografi, doppler, angiografi koroner, MRI dada, dan elektrokardiografi (EKG).

Terapi

Jika diagnosa menunjukan ada defect septum atrium yang menyebabkan kebocoran darah yang besar, disertai dengan pembesar jantung atau beberapa gejala lain yang muncul pada penderita, maka sangat dianjurkan untuk melakukan pembedahan yang bertujuan untuk memperbaiki kelainan yang ada. Menutup ASD pada masa anak-anak, dapat mencegah terjadinya kelainan serius dikemudian hari.

Pengobatan dalam hal ini medikamentosa tidak bertujuan untuk menutup lubang yang sudah ada. Tujuan pemberian obat, adalah untuk mengurangi gejala dan tanda yang menyertai ASD. Obat mungkin juga diberikan untuk mengurangi komplikasi paska dilakukannya operasi. Obat yang diberikan bisa berupa beta blocker untuk menjaga detak jantung supaya lebih teratur, atau anti koagulan yang bertujuan untuk mengurangi risiko pembekuan darah (antikoagulan).

ASD dapat di perbaiki dengan 2 metode yaitu kateterisasi atau dengan melakukan pembedahan terbuka. Kateteraisasi merupakan prosedur yang dilakukan dokter mengunakan alat kateter, yang dimasukan kedalam pembuluh darah di pangkal paha, hingga mencapai jantung dengan bantuan teknik visualisasi pencitraan. Melalui kateter ini dokter akan menempatkan jala-jala atau plug untuk menutup lubang tersebut. Hal ini selanjutnya akan mengakibatkan jaringan di dalam jantung tumbuh dan menutup lubang yang tadinya ada secara permanen.

2018-11-30T20:09:56+00:00

Leave A Comment

WhatsApp chat