Kulit Bayiku Biru Saat Lahir

Kulit Bayiku Biru Saat Lahir

Bagi kebanyakan orang, momen kelahiran seorang anak adalah momen paling indah dan berharga. Namun, bagi sebagian orang tua momen itu dapat buyar saat si kecil yang baru saja tiba di dunia dinyatakan mengalami cedera saat lahir. Mengapa hal ini dapat terjadi dan apa dampaknya bagi si kecil?

Proses persalinan dan pelahiran adalah proses yang rumit dan penuh dengan perjuangan. Pada saat ini, seorang ibu harus bertaruh nyawa demi melahirkan sang anak. Bagaimana tidak? Kepala dan tubuh bayi yang besar harus melewati jalan lahir berliku yang sempit pada tubuh ibu. Akibatnya, ibu berisiko mengalami robekan jalan lahir, perdarahan, hingga kerusakan rahim. Semua ini rela dihadapi oleh calon ibu demi melahirkan bayinya dengan sehat dan selamat.  Meski demikian, Anda perlu tahu bahwa tidak hanya ibu yang menghadapi bahaya. Janin yang akan dilahirkan juga berisiko mengalami cedera saat lahir.

Jika terlalu lama berada di jalan lahir, bayi dapat mengalami komplikasi serius yang berujung pada kematian. Karena itu, ada kalanya pemimpin persalinan, entah dokter atau bidan, melakukan segala daya dan upaya agar bayi dapat lahir secepatnya. Namun, tindakan ini tidak selalu berakhir bahagia. Meski ibu dan anak selamat, bayi dapat mengalami cedera akibat proses melahirkan yang berat.

Cedera yang terjadi akibat proses pelahiran umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh seiring waktu, tetapi ada juga yang berat dan menimbulkan kecacatan pada anak. Beberapa cedera lahir yang sering terjadi pada bayi di antaranya memar pada kulit, kerusakan saraf, paralisis Erb, dan cedera tulang.

Kulitku biru-biru

Sudah berlelah-lelah sembilan bulan mengandung, Minah harap-harap cemas saat pertama kali dipertemukan dengan buah hatinya. Namun, betapa kagetnya Minah saat menggendong si kecil dan melihat wajahnya biru-biru akibat memar dan kepalanya berkonde. Apakah bayi Minah menjadi korban kekerasan bidan atau dokter? Ternyata bukan.

Pada bayi baru lahir memang sering terdapat memar atau kebiruan. Ini terjadi karena kulit bayi masih sangat sensitif sehingga dapat terlihat jejas-jejas cedera pada kulitnya. Akibatnya, memar dapat terbentuk pada daerah yang tertekan selama kontraksi atau bagian tubuh yang pertama keluar saat lahir. Pembengkakan dan memar sekitar mata dan wajah, misalnya, dapat terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan presentasi wajah terlebih dahulu. Pada bayi yang dilahirkan dengan kepala terlebih dahulu, memar dapat terjadi akibat penggunaan alat bantu persalinan seperti forceps atau vakum. Sedangkan pada bayi yang dilahirkan dengan posisi sungsang, memar dapat terjadi pada daerah kaki atau kemaluan.

Memar pada kulit ini umumnya tidak serius dan tidak memerlukan penanganan khusus. Memar akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Memar perlu dibedakan dengan tanda lahir dan Mongolian spots. Mongolian spots adalah daerah yang tampak abu kebiruan yang biasanya terdapat di kulit daerah pinggang atau bokong. “Sekilas, bercak ini tampak seperti memar dan akan memudar seiring dengan bertambahnya usia,” jelasnya.

Selain memar, proses persalinan yang terlalu lama dan penggunaan vakum dapat membuat puncak kepala bayi terlihat seperti ‘konde’. Ini disebut dengan caput succedaneum, yaitu terkumpulnya cairan bening yang terdapat di bawah kulit. Meskipun tampak mengerikan, ‘konde’ ini tidak berbahaya dan akan mengempes seiring waktu.

2018-10-24T14:31:32+00:00

Leave A Comment

 
WhatsApp chat