Spiral (IUD), Kondom, Sterilisasi Pilih Mana?

Spiral (IUD), Kondom, Sterilisasi Pilih Mana?

IUD atau spiral adalah alat kontrasepsi berbentuk seperti huruf T yang disisipkan ke dalam rahim. Dengan adanya alat ini, pergerakan sperma menuju sel telur akan terhambat. Jika telah berhasil dibuahi, IUD juga dapat mencegah sel telur melekat pada rahim. Enaknya pakai IUD adalah praktis karena Anda tidak perlu repot bolak balik ke dokter. IUD dapat bertahan selama 3-5 tahun. Anda cukup melakukan pemeriksaan berkala setahun sekali. Meski demikian, IUD yang mengandung tembaga dapat membuat haid menjadi lebih banyak dan nyeri haid lebih berat dibanding biasanya. IUD dapat menjadi pilihan yang baik bagi wanita di usia 40an bahkan lebih, termasuk untuk Anda yang memiliki masalah kelebihan berat badan. Bahkan, konon IUD adalah alat kontrasepsi terbaik untuk kelompok usia ini.

Kondom

Kondom memiliki fungsi ganda. Selain mencegah kehamilan, ia juga dapat mencegah penularan penyakit menular seksual. Walau banyak dikenal sebagai alat kontrasepsi untuk pria, sebenarnya ada juga kondom yang digunakan oleh wanita. Sayangnya, kondom wanita masih belum banyak dikenal di Indonesia. Kondom pria umumnya mudah dijumpai dan dapat dibeli mandiri tanpa resep dokter. Meskipun cukup efektif, penggunaan kondom pada usia matang dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Produksi cairan vagina pada wanita berusia 40 tahun ke atas biasanya sudah mulai berkurang. Akibatnya, dapat timbul nyeri atau rasa tidak nyaman. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan pelumas khusus yang dibuat untuk penggunaan bersama kondom. Pelumas tidak boleh terbuat dari bahan dasar minyak karena dapat membuat kondom rusak atau robek. Selain itu, penggunaan kondom dapat mengurangi sensasi dan menimbulkan suara-suara yang dapat mengganggu acara bercinta. Pemasangan yang kurang tepat juga dapat menurunkan efektivitas kondom.

Sterilisasi

Jika Anda dan pasangan tidak ingin lagi memiliki anak di kemudian hari, ada pilihan yang dapat mewujudkan hal ini secara permanen. Sterilisasi, demikian orang menyebutnya. Sterilisasi dapat dilakukan pada salah satu, entah pada suami atau pada istri. Jika Anda enggan berurusan dengan tubektomi, mungkin ini saatnya suami membalas budi dengan melakukan vasektomi. meski demikian, banyak pria yang tidak mau divasektomi karena takut merasa tidak jantan lagi. Padahal, vasektomi pada pria tidak memengaruhi kejantanan. Pada akhirnya, wanita lagilah yang harus maju dan memberanikan diri melakukan tubektomi.

Vasektomi dan tubektomi adalah prosedur mengikat, memotong, atau menciptakan sumbatan pada saluran yang menghantarkan sperma dan sel telur. Dahulu, tubektomi dilakukan dengan melakukan operasi. Namun sekarang hal ini dapat dilakukan dengan menyisipkan alat kecil ke saluran telur melalui vagina dan rahim. Alat ini akan merangsang penebalan jaringan di saluran telur dan menciptakan sumbatan secara permanen.

2018-11-30T19:49:23+00:00

Leave A Comment

WhatsApp chat