Penyebab Tersering Perlengketan Usus

Penyebab Tersering Perlengketan Usus

Penyebab tersering terjadinya perlengketan usus adalah tindakan operasi atau pembedahan di daerah perut. Bahkan, hampir semua orang yang pernah menjalani operasi di daerah perut akan mengalami perlengketan usus. Meski demikian, menurut Prof. dr. Endy M. Moegni, SpOG(K), dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS YPK Mandiri, Jakarta, perlengketan ini biasanya tidak terasa atau menimbulkan gangguan, bahkan penderitanya mungkin tidak tahu kalau di perutnya terdapat perlengketan.

Risiko perlengketan lebih besar jika pembedahannya dilakukan di daerah panggul dan perut bagian bawah, termasuk pembedahan di daerah kandungan. Perlengketan ini terjadi akibat jaringan parut yang terbentuk karena adanya luka sayatan, bekuan darah di daerah luka, proses penyembuhan luka yang berlebihan, atau infeksi setelah pembedahan. Perlengketan dapat membesar dan makin erat seiring waktu, sehingga baru menimbulkan gangguan bertahun-tahun sesudah operasi dilakukan.

Selain pembedahan, perlengketan usus juga dapat terjadi akibat usus buntu, terapi sinar pada pengobatan kanker, infeksi di daerah perut, infeksi usus, dan radang usus. Pada wanita, perlengketan juga dapat terjadi akibat peradangan panggul dan endometriosis.

Umumnya, perlengketan tidak menimbulkan gejala apa-apa sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Kalaupun ada, gejala yang paling umum adalah nyeri menahun di daerah perut atau panggul. Nyeri ini sering mirip dengan nyeri akibat usus buntu, endometriosis, dan radang di daerah usus yang disebut divertikulitis.

2019-01-02T09:27:11+00:00

Leave A Comment

WhatsApp chat
Call Now
Directions